Strategi Bisnis

Pelatihan Cara Menghadapi Wawancara Kerja Bagi Pelamar Kerja

Dalam proses rekrutmen ini, karakter yang dicari haruslah sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Satu hal penting yang perlu diketahui bahwa profesi di suatu organisasi atau perusahaan menuntut adanya tanggung jawab kompetensi dari setiap individu di dalamnya. Maka dari itu, kompetensi yang baik harus mampu mencerminkan efektivitas pelaksanaan tugas dan pekerjaan dari masing-masing profesi. Di lain sisi, untuk mendukung peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas dalam menjalankan profesi, maka individu tersebut harus memiliki kompetensi yang terstandardisasi secara formal. Artinya, kompetensi yang dimiliki harus bersifat legal dan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Biasanya, HR harus mencari dan memposting iklan secara manual di media sosial dan linkedIn untuk menemukan kandidat yang cocok.

Baik ability maupun latar belakang pendidikan sama-sama memiliki peran yang penting sebagai bahan pertimbangan sebelum merekrut contemporary graduate. Namun, Anda harus mengingat bahwa latar belakang pendidikan tidak selamanya dapat dijadikan acuan untuk beberapa posisi yang sedang populer di pasar kerja. Terlebih lagi, Gen Z merupakan generasi yang sangat mudah beradaptasi. Sudah bukan hal yang baru bahwa hanya dengan melihat profil kandidat belum cukup untuk memahami kapabilitas yang dimiliki oleh kandidat tersebut. Sebagai contoh, apabila seorang kandidat lulusan matematika memiliki minat untuk melakukan pekerjaan dalam bidang pemasaran, namun kandidat tersebut tidak memiliki latar belakang komunikasi dan networking yang biasanya lebih dekat dengan bidang tersebut. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa kandidat tersebut memiliki kompetensi dan talent yang dibutuhkan?

Perusahaan memberikan apapun yang karyawan butuhkan untuk dapat melakukan pekerjaan mereka. Biasanya ada sesi-sesi untuk mengenalkan karyawan baru kepada struktur organisasi perusahaan, tujuan, proses, prosedur, aturan, prinsip, norma, harapan, kontrol, dan sistem yang berlaku di perusahaan. Cara melakukan pembinaan para karyawan di suatu perusahaan bisa dengan mengatur serta membina mereka yang menjadi subsistem organisasi, dengan melalui beberapa program penilaian dan juga perencanaan. Hal-hal seperti itu juga bisa menjadi salah satu strategi yang tepat dalam mengembangkan sumber daya manusia di sebuah perusahaan tertentu, sehingga SDM yang dihasilkan dari pembinaan ini akan lebih berkualitas. Pelaksanaan bursa kerja, kata dia, memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat proses rekrutment dan penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan.

Psikometri adalah sebuah ujian yang ditetapkan agar dapat mengukur setiap potensi secara kognitif dari calon karyawan dan berpacu terhadap tes konstruksi sesuai dengan statistik yang berlaku. Bahkan, tes ini telah berhasil lolos dari uji validasi dan uji reliabilitas hingga wajib untuk dilakukan bagi perekrutan tenaga kerja untuk three aspek yang terdiri dari space penalaran angka, verbal dan abstraksi yang ketiganya berperan penting dalam pemilihan calon pegawai. Oleh sebab itu diperlukan beberapa kompetensi atau uji kemampuan agar bisa mengetahui tingkat kemampuan tentang skills yang dimiliki oleh seseorang. Biasanya hal tersebut digunakan pada saat-saat yang diperlukan ketika akan mengadakan atau mencari beberapa orang yang memiliki skills pada bidang tertentu, seperti ketika akan merekrut karyawan atau mencari seseorang untuk ditempatkan pada profesi yang sedang dibutuhkan.

Mencari pekerja yang kompeten untuk suatu perusahaan

Karyawan dengan kompetensi yang baik didapatkan berawal dari saat interview pertama. Metode asesmen kompetensi dimanfaatkan oleh tim HRD untuk menentukan jenjang karir atau promosi jabatan seorang pegawai. Dengan begitu, mereka dapat menilai apakah orang tersebut layak menduduki posisi yang dimaksud. Sudah tidak jamannya lagi bagi seseorang untuk mendapatkan kenaikan jabatan hanya karena sudah lama bekerja. Banyak perusahaan di Indonesia sudah menerapkan performance-based analysis daripada masa kerja karena ini berdampak pada produktivitas.